RSS

Laporan Kunjungan

29 Des

C

KUNJUNGAN LAPANG MANAGEMEN USAHA TERNAK UNGGAS

DI KARANG ANYAR FARM

( Laporan Mata Kuliah Managemen Usaha Ternak Unggas )

 

Oleh    :

Kelompok       I

Tri Hariyanto S           1014061061

Etha ‘Azizah H           1014061033

M Fauzan                    1014061013

Rosalia Imelda            1014061018

Awari                          1014061024

Celdra Aji Tama          1014061026

Faradina Kusuma S     1014061035

Febi Aditya                 1014061036

M Harowi                    1014061048

Wahyuni Hasanah       1014061062

Yuli Prasetiyo             1014061063

JURUSAN PETERNAKAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2012

I. SEJARAH FARM

Farm Karang Anyar adalah peternakan milik PT. Rama Jaya Lampung yang berkonsentrasi dibidang penggemukan ayam pejantan. Manager di farm Karang Anyar adalah Bapak Abdul Kadir. Menurut informasi yang kami dapat  Karang Anyar Farm sudah berdiri sejak tahun 1980-an namun saat itu masih berada di bawah naungan perusahaan yang bernama Kojinghun dan pada tahun 2000 Farm Karang Anyar bergabung dengan PT. Rama Jaya Lampung. Selama berdiri Karang Anyar Farm telah mengalami tiga kali renofasi. Renofasi kandang terakhir dilakukan pada tahun 2011 salah satu yang di kerjakan yaitu perbaikan dan pelebaran kandang A8.

Pada awal bergabung dengan PT. Rama Jaya Lampung, Karang Anyar Farm adalah peternakan penggemukan ayam Broiler namun karna meningkatnya permintaan akan ayam pejantan di pasaran dan habisnya stok ayam pejantan di Rama Jaya maka pada tahun 2010 sampai dengan sekarang Farm Karang Anyar beralih menjadi tempat penggemukan ayam pejantan.  Luas area Farm kurang lebih satu hektar dengan jumlah kandang awal adalah tujuh namun sekarang berjumlah delapan dengan kapasitas 43000 ekor ayam pejantan.

Menurut data yang didapat, Karang Anyar Farm belum pernah mengalami gagal panen di masa penggemukan ayam Broiler maupun saat menggemukan ayam pejantan. Farm ini selalu mendapatkan IP atau Indeks Produksi yang tinggi. Di Karang Anyar Farm juga menjadi tempat penelitian dan pengembangan tata cara produksi yang dilakukan oleh PT. Rama Jaya Lampung maupun oleh mahasiswa dan lalu diterapkan di farm tersebut. Farm ini juga sudah banyak mendapatkan penghargaan dari PT. Rama Jaya Lampung karena prestasi-prestasi yang telah tercapai.

 

 

BAB III.  KONSTRUKSI KANDANG

Kandang merupakan salah satu bagian dari menejemen ternak unggas yang sangat penting untuk diperhatikan. Bagi peternak dengan sistem intensif, kandang merupakan salah satu penentu keberhasilan beternak. Kesalahan dalam konsrtuksi kandang dapat berakibat fatal yang berujung pada kerugian bagi peternak. Oleh sebab itu, tidak jarang peternak yang rela menghabiskan uang jutaan rupiah hanya untuk men-design kandangnya.

Untuk membuat kandang yang ideal, terlebih dahulu peternak harus memahami tujuan atau fungsi dari pembutan kandang. Sebab efisiensi pembuatan kandang akan mengurangi biaya pembuatan kandang. Fungsi utama dari pembuatan kandang adalah memberikan kenyamanan dan melindungi ternak dari panasnya sinar matahari pada siang hari, hujan, angin, udara dingin dan untuk mencegah gangguan seperti predator. Selain itu, kandang juga berfungsi untuk memudahkan tata laksana yang meliputi pemeliharaan dalam pemberian pakan dan minum, pengawasan terhadap ayam yang sehat dan ayam yang sakit.

Pembuatan kandang juga harus disesuaikan dengan jenis dan tujuan beternak. Konstruksi kandang untuk ayam tipe petelur tentu akan berbeda dengan konstruksi kandang untuk ayam tipe padaging. Konsruksi kandang untuk tipe pedaging disesuaikan dengan tujuan beternaknya yaitu menghasikan bobot ayam maksimal dengan biaya seminimal mungkin, sehingga konstruksi kandang harus di-design sedemikian rupa agar  ayam tidak terlalu banyak bergerak dan efisien dalam penggunaan pakan. Sedangkan untuk ayam tipe petelur biasanya konstruksi kandang lebih mengarah kepada kemudah dalam pemanenan telur.

Secara lebih luas, jenis-jenis kandang dapat dibedakan berdasarkan tipe dinding, bentuk lantai, tipe atap dan cara pemeliharaan. Jenis kandang berdasarkan tipe dinding dapat dibedakan menjadi kandang terbuka (open house), kandang semi tertutup (semi closed house) dan kandang tertutup (closed house).

Kandang dengan sistem terbuka merupakan kandang yang dindingnya terbuka biasanya terbuat darikayu atau bambu. Kandang tipe closed house merupakan kandang dengan dinding tertutup dan biasanya terbuat dari bahan-bahan permanen dan dengan sentuhan teknologi tinggi. Sedangkan kandang semi closed house adalah gabungan dari sistem open house dan closed house. Dinding kandang tipe ini ditutupi oleh tirai yang bisa dibuka akan tetapi juga sudah menggunakan bahan-bahan permanen dan dengan gabungan teknologi moderen.

Pada kunjungan di salah satu peternakan milik PT. Rama Jaya Lampung kali ini, terlihat bahwa konstruksi kandang yang dipakai adalah menggunakan sistem terbuka (open house). Dengan bahan kandang yeng terbuat dari kayu dan bambu. Dinding kandang ditutupi oleh tirai terbuat dari terpal yang dipasang atau diatur secara manual. Pemasangan tirai hanya pada saat ayam berumur 1-2 minggu atau disesuaikan dengan keadaan lingkungan. Pemasangan tersebut bertujuan agar penggunaan pemanas atau gas brooder lebih efisien. Selain itu juga menggindari terjadinya stres pada DOC serta timbulnya berbagai penyakit akibat faktor-faktor yang berasal dari luar.

Konstruksi kandang milik PT. Rama Jaya Lampung memang kebanyakan menggunakan kandang  dengan tipe terbuka. Salah satu alasannya adalah biaya pembuatan kandang dengan tipe ini lebih murah. selain itu, pengoprasiannya pun tidak begitu rumit dan tidak memerlukan karyawan dengan keahlian khusus. Padahal menurut Ir. Ahmadi dari Charoen Pokphand Indonesia, model kandang sistem terbuka memberikan kontribusi yang kurang bagus bila dibandingkan dengan model kandang sistem tertutup. Hal ini dikemukakannya berdasarkan pengalaman lapang yang dimilikinya dalam kurun waktu yang cukup lama. Di samping itu, model kandang sistem terbuka tidak sesuai lagi dengan perkembangan mutu genetik ayam ras saat ini, yakni ayam dengan strain-strain moderen dengan tingkat pertumbuhan yang cepat bila dibandingkan dengan strain-strain ayam tempo dulu.

Penggunaan kandang dengan sistem tertutup memang membutuhkan biaya yang cukup besar dan peralatan yang cukur rumit. Akan tetapi Menurut I.r Ahmadi pembangunan kandang sistem tertutup dapat menciptakan lingkungan ideal dalam kandang, meningkatkan produktivitas ayam, efisiensi lahan dan tenaga kerja serta menciptakan usaha peternakan yang ramah lingkungan.

Kelebihan lain dari kandang tipe closed house adalah kapasitas atau populasi jauh lebih banyak, ayam lebih terjaga dari gangguan luar baik fisik, cuaca, mau pun serangan penyakit, terhindar dari polusi, keseragaman ayam lebih bagus, dan pakan lebih efisien.

Berdasarkan bentuk lantainya konstruksi kandang dapat dibedakan menjadi kandang batere, kandang postal (litter), kandang panggung serta gabungan litter dan panggung. Kandang batere berbentuk sangkar segi empat yang disusun secara berderat memanjang dan bertingkat dua atau lebih. Kandang ini menggunakan sistem alas berlubang atau kawat. Kandang tipe ini lebih cocok digunakan untuk ayam tipe petelur. Kandang postal adalah suatu tipe pemeliharaan unggas dengan lantai kandangnya ditutup oleh bahan penutup lantai seperti sekam padi, serutan gergaji, tongkol jagung, jerami padi yang dipotong-potong, serta dapat digunakan kapur mati yang penggunaannya dicampurkan dengan bahan litter.

Kandang panggung merupakan tipe kandang yang menggunakan kawat atau kayu sebagai lantainya, kandang ini memiliki jarak antara lantai dengan tanah sehingga kandang ini memiliki ventilasi yang cukup baik untuk ayam di dalamnya. Sedangkan kandang tipe gabungan panggung dan litter menggunakan alas litter pada lantainya namun juga berbentuk panggung atau memiliki jarak antara lantai dengan tanah. Kandang ini bertujuan menggabungkan kelabihan dari kandang tipe litter dan panggung serta meminimalisir kekurangan dari keduanya.

Pada peternakan milik PT.Rama Jaya Lampung yang kami kunjungi, konstruksi kandang menggunakan sistem gabungan litter dan panggung. Konstruksi kandang berbentuk panggung disangga oleh tiang-tiang yang disusun sejajar disepanjang kandang. Lantai kandang dialasi litter yang berasal dari sekam padi. Kandang dengan tipe ini memiliki banyak kelebihan sebab satu sama lain saling menutupi kekurangan masing masing. Kandang tipe panggung memiliki kelebihan yaitu sistem ventilasi yang baik serta lebih mudah dalam menejemen pemeliharaan ayam akan tetapi seiring dengan bertambahnya umur ayam, kandang tipe panggung yang beralaskan kawat akan memperbesar kemungkinan gesekan antara tubuh ayam dengan kawat sehingga menyebabkan stres bagi ayam yang dipelihara. Kandang panggung berlantai kawat juga menyebabkan kejadian melepuh pada dada broiler menjadi dua kali lebih banyak dibanding pada lantai litter.

Gambar 2. Kandang A8 Ayam Pejantan di Karang Anyar Farm

Gambar 3. Kandang A7 Ayam Pejantan di Karang Anyar Farm

Gambar bentuk kandang open house dengan lantai tipe gabungan milik PT.Rama Jaya Lampung. Kekurangan pada lantai panggung tersebut dapat ditutupi atau dihindari dengan penambahan litter pada kandang. Pada kandang yang kami kunjungi, lantai menggunakan sekam padi sebagai alas. Sekam padi yang memiliki daya serap yang tinggi, lembut sehingga tidak menyebabkan kerusakan dada, mempertahankan kehangatan, menyerap panas, dan menyeragamkan temperatur dalam kandang, sehingga ayam mendapatkan kenyamanan dan dapat tumbuh dengan optimal. Konstruksi kandang berdasarkan tipe atap dapat dibedakan menjadi kandang dengan tipe atap monitor, Semi monitor, Shade/ miring, Gable/simetris, dan Sawtooth.

Gambar 4.  Bentuk-Bentuk Atap Kandang

Bentuk atap kandang yang ideal untuk kondisi negara bermusim tropis seperti Indonesia adalah bentuk atap monitor untuk kandang kapasitas sedang sampai besar dan bentuk atap semi monitor untuk kandang kapasitas kecil. Di peternakan milik TP.Rama Jaya Lampung yang kami kunjungi, konstruksi atap kandang menggunakan tipe monitor penuh pada kandang A7 dan monitor sebagia pada kandang A8. Bahan atap yang digunakan pada kandang A7 adalah gabungan asbes dan genteng, sedangkan pada kandang A8 hanya menggunakan genteng.

Gambar 5. Kandang Dengan Tipe Atap Monoitor

Gambar 6. Kandang Dengan Tipe Atap Gable

Pemilihan tipe dan penggunaan bahan dalam pembuatan atap kandang juga akan berpengaruh pada produktipitas bobot badan ayam. Hal ini berhubungan dengan sistem ventilasi dan pengaturan suhu dalam ruangan. Kandang dengan tipe monitor memungkinkan terjadinya pertukaran udara lebih banyak antara luar kandang dan didalam kandang, sehingga kesegaran didalam kandang tetap terjaga.

Bahan kandang yang terbuat dari asbes akan lebih banyak menyerap panas kedalam kandang pada siang hari dan juga lebih menyerap dingin pada malam hari. Sehingga penggunaan bahan asber kurang baik untuk kandang brioler. Itu berari pada kandang A7 sirkulasi udara lebih baik bila dibandingkan dengan kandang A8, tetapi berdasarkan pada bahan atapnya kandang A7 kemungkinan memiliki suhu dalam kandang yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandang A8.

Konstruksi kandang berdasarkan cara pemeliharaan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu, kandang postal, ren dan kandang sangkar atau baterai. Untuk konstruksi kandang berdasarkan cara pemeliharaan ini, PT. Rama Jaya Menggunakan kandang dengan sistem postal.

Kandang postal merupakan kandang yang tidak disertai dengan halaman umbaran dan beralaskan litter. Dalam pemeliharaannya ayam tidak dilepas dan selalu terkurung sepanjang hari didalam kandang. Untuk ayam tipe pedaging, kandang dengan tipe ini adalah yang paling ideal dan paling sering digunakan. Kelebihan dari kandang tipe ini adalah menghemat tempat karena tidak menggunakan halaman umbaran, biaya yang digunakan juga lebih sedikit dan menejemen pemeliharaan dan pemberian pakan juga lebih mudah. Selain itu, ayam dalam pemeliharaan tipe ini lebih efisien dalam penggunaan pakan, sebab energi ayam tidak banyak terbuang untuk bergerak dan dapat dimanfaatkan untuk pertambahan bobot ayam.

Kandang dengan ren merupakan kandang yang dibangun sebagian sebagai tempat bertelur dan berteduh sedangkan sebagian lain merupakan tempat terbuka yang dibatasi oleh pagar sebagai tempat umbaran. Kandang dengan tipe ini lebih cocok digunakan untuk pemeliharaan ayam kampung. Sedangkan kandang tipe batera lebih cocok jika digunakan untuk pemeliharaan ayam tipe petelur, sebab dapat memudahkan dalam pengambilan telur.

Selain konstruksi kandang dengan tipe-tipe sebagaimana telah dijelaskan di atas, ada beberapa hal yang juga sangat penting dalam pembuatan kandang, yaitu

  1. Bahan Baku Yang Tersedia.

Bahan baku yang sering digunakan dalam pembuatan kandang yaitu bambu, kayu atau corcoran semen. Pada peternakan milik PT.Rama Jaya Lampung  yang kami kunjungi, sebagian besar bahan baku dalam pembuatan kandang adalah berasal dari kayu.
Bahan baku sangat berpengaruh terhadap umur kandang. Bangunan yang menggunakan bahan baku dari kayu umurnya antara 5-7 tahun, sedangkan dengan menggunakan bahan baku bambu biasanya hanya bertahan antara 3-5 tahun dan yang dari semen bisa bertahan 10 tahun atau lebih.

Gambar 7. Contoh Kandang Yang Terbuat Dari Kayu

Penggunaan bahan baku dari kayu atau bambu tentu saja akan lebih murah tetapi umur kandang biasanya akan lebih pendek dan kandang akan lebih cepat rusak. Akan tetapi semuaitu juga tergantungi cara perawatan bangunan kandang.

  1. Posisi sinar matahari.

Pada kandang milik PT. Rama Jaya Lampung yang kami kunjungi, arah kandang membujur dari timur ke barat. Sinar matahari sangat berpengaruh terhadap suhu didalam kandang maka sebisa mungkin sinar matahari tidak masuk secara langsung kedalam kandang dengan cara bangunan kandang dibuat sejajar dengan arah matahari terbit dan tenggelam. Jadi kandang sebaiknya membujur dari barat ke timur atau sebaliknya.

Gambar 8. Arah Kandang Yang Baik

  1. Ventilasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, PT. Rama Jaya Lampung menggunakan sistem panggung untuk konstruksi kandangnya. Sistem panggung memungkinkan terjadinya pertukaran udara lebih banyak. Selain itu dinding yang digunakan juga tipe open house yang terbuat dari kayu yang disusun sedemikian rupa hingga terdapat celah pada dinding kandang. Hal tersebut tentusaja memperbanyak peluang terjadinya pertukaran uadara didalam dan diluarkan dang sehingga udara didalam kandangb tetap terjaga kesegarannya.

  1. Jarak Antar Kandang

Jarak antar kandang harus tidak terlalu rapat, dengan jarak minimal antar kandang selebar satu kandang. Pada peternakan milik PT. Rama Jaya Farm yang kami kunjungi terjadi ketidak seragaman antara jarak kandang yang satu dengan yang lain. Jarak kandang yang pertama dengan yang kedua dan seterusnya hingga kandang yang ketujuh terlalu dekat satu dengan yang lain, akan tetapi jarang kandang yang terlalu luas. Hal tersebut terjadi karena saat pembagunan kandang luas area tidak diukur dan di bagi per luaskandang terlebih dahulu, sehingga penggunaan lahan kurang efisien.

  1. Saluran Air

Saluran air atau pembuangan disekitar kandang harus lancar agar tidak terdapat tempat-tempat yang memungkinkan timbulnya berbagai macam jenis penyakit. Pada kandang milik PT.Rama Jaya Farm yang kami kunjungi, terlihat banyak genangan air disekitar kandang terutama area dekat tower pwnampungan air. Hal tersebut tentu saja kurang baik untuk kesehatan ternak, sebab adanya genangan-genangan air tersebut dapat menjadi sumber penyakit bagi unggas yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerugian pada peternak.

IV. PERALATAN FARM

A. Tempat Pakan

1. Chick Feeder Tray ( Tempat Pakan Baki DOC )

Adalah tempat pakan yang berbentuk baki atau nampan terbuat dari bahan plastik yang evektif digunakan untuk anak ayam karena akan mempermudah anak ayam menjangkau pakan dan mudah dibersihkan.

Gambar 9. Chick Feeder Tray

2. Baby Chick Feeder

Adalah tempat pakan yang memang khusus di ciptakan untuk anak ayam Berfungsi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan pada anak ayam. Kelebihan dari Baby Chick Feeder yaitu memiliki diameter tidak terlalu luas sehingga dapat mencegah anak ayam masuk kedalam tempat pakan sehingga lebih efisien dalam hal pemberian pakan dan pakan akan tetap bersih dan

higienis, serta menekan angka kontaminasi pakan akibat bercampur sekam atau kotoran ayam sendiri sehingga menekan kerugian peternak akibat hal tersebut.

3. Tempat Pakan Gantung

Tempat pakan yang terbuat dari plastik dan sudah dirancang khusus agar pakan tidak banyak yang terbuang,diameter piring lebih lebar agar akses ayam yang makan juga lebih banyak, pekan tetap bersih dan mudah untuk dibersihkan. Tempat pakan gantung ini memiliki berbagai macam ukuran atau kapasitas yaitu 6 kg, 7 kg, dan 10 kg.

B. Tempat Air Minum

1. Manual Drinker ( Tempat Minum Manual )

Tempat minum manual biasanta berwarna putih dengan piringan hitam. Terbuat dari bahan plastic, tempat minum ini biasanya digunakan untuk anak ayam hingga ayam berumur kurang lebih 15 hari. Tempat minum manual memiliki ukuran yang bermacam-macam.

2. Otomatis Drinker ( Tempat Minum Otomatis )

Tempat minum otomatis yang dirancang khusus agar air minum dalam kandang tetap tersedia sepanjang hari. Dapat digunakan untuk ayam broiler, pulletan, dan breeder. Fungsi lain yaitu menjaga litter tetap bersih dan pendistribusian dalam pemberian obat atau vitamin lebih mudah dan merata biasanya berwarna merah dengan kapasitas air 1, 3 liter untuk 50-80 ekor broiler.

 

. Peralatan Pemanas

1. Gas Brooder

Gas Brooder adalah alat pemanas yang digunakan untuk menghangatkan anak ayam atau sebagai pengganti suhu induk yang sangat dibutuhkan anak ayam saat awal-awal pertumbuhanya. Pemakaian gas brooder sangat penting karena kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kenyamanan ayam dalam beraktivitas di kandang hal itu disebabkan oleh istem thermoregulatory pada ayam baru optimal saat ayam berumur 2 minggu, sehingga DOC atau pun anak ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya. Akibatnya ketika terjadi penurunan suhu, ayam dapat mengalami stres yang menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme tubuh seperti penyerapan kuning telur terhambat sehingga pertumbuhan ayam menjadi terganggu. Pemanas untuk anak ayam atau brooder diperlukan agar anak ayam tetap mendapat kehangatan, serta lingkungan yang nyaman untuk tinggal dan berkembang biak. Apalagi dengan sifat genetik ayam yang lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan mudah stres, maka kecukupan pemanas di kandang menjadi satu hal yang wajib untuk disediakan. Pertumbuhan ayam tidak seragam akibat tidak tercukupinya pemanas tambahan. Perbandingan penggunaan brooder yakni 1 : 700-1000, artinya 1 brooder dapat digunakan untuk menghangatkan hingga 1000 ekor DOC.

2. Chick Guard

Terbuat dari seng yang dibuat secara melingkar di dalam ruangan  kandang  yang dilengkapi pemanas, tempat pakan, tempat minum dan tirai kandang. Chick guard berfungsi untuk membantu  agar panas brooding tetap terfokus dan anak ayam dan tidak menyebar keseluruh ruang  kandang. Sedangkan fungsi lain  untuk melindungi anak ayam dari terpaan angin dan hewan liar. Idealnya sekat atau chick guard berbentuk melingkar atau elips. Fungsi sekat ini untuk menghindari penumpukan anak ayam pada sudut brooding. Luas Chick guard disesuaikan dengan jumlah anaka ayam masuk yang akan dipelihara. Ketentuannya untuk 1 m2 dapat menampung 50 ekor anak ayam, sehingga diameter dan keliling brooding dapat dibuat.

3. Tabung Gas

Merupakan  tempat penyimpan gas LPG sebagai bahan bakar sumber panas Brooder.

4. Selang Gas

Selang gas di perlukan untuk menghubungkan tabung gas dengan gas Brooder yang terpasang di atas chick guarddan mengalirkan gas ke alat brooder.

5. Penyangga Gas

Alat ini digunakan bila gas yang digunakan berjenis 3 kg yang bertujuan agar posisi tabung gas lebih tinggi untuk melancarkan aliran gas ke Brooder.

D. Peralatan Vaksin

1. Socorex

Salah satu kunci keberhasilan dalam program vaksinasi adalah tenaga vaksinator yang berpengalaman dan peralatan vaksinasi yang mendukung. Alat suntik vaksin biasa di sebut denga ” socorex “yaitu alat suntik yang dapat diatur banyaknya cairan yang keluar saat menyuntik sangat efektif untuk melakukan vaksinasi dan juga akan menghasilkan dosis yang akurat.

2. Spray Tank

Digunakan  untuk vaksin evaporated dengan sistem semprot.

E.  Peralatan Biosecurity

  1. Selang Semprot

Selang ini digunakan untuk menyemprotkan desinfektan. Didisain untuk menyemprotkan desinfektan dengan tekanan tinggi.

  1. Kompresor

Adalah alat pemampat atau pengkompres udara atau penghasil udara mampat. Karena proses pemampatan, udara mempunyai tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara lingkungan (1atm). digunakan untuk mengisi angin pada spray tank.

  1. Mesin Semprot

Mesin ini digunakan untuk meyemprotkan desinfektan yang telah diencerkan dengan tekanan tinggi. Biasanya digunakan untuk menyemprot kendaraan yang masuk ke area kandang.

  1. Mesin Pompa Air

Digunakan untuk menyedot air dari sumber air yang tersedia ke tower penampungan air.

  1. Hand Sprayer

Alat ini berfungsi untuk menyemprotkan cairan desinfeksi saat di depan kandang.

  1. Jerigen

Sebagai tempat menampung bahan bakar seperti bensin atau minyak solar.

F.  Peralatan Listrik

  1. Mesin Disel

Digunakan sebagai sumber tenaga listrik saat lstrik dari PLN padam dengan bahan bakar minyak solar.

2.  Lampu

Alat ini digunakan sebagai penerangan kandang maupun ruangan yang ada di areal perkandangan yang sumber energinya berasal dari listrik, selain itu ada juga yang digunakan sebagai pemanas doc.

G. Peralatan Tabir

1. Tali Tambang

Digunakan untuk mengikat tabir sinar matahari

2. Tali Rafia

Digunakan untuk mengikat kaki ayam saat panen

3. Tirai Kandang

Biasanaya terbuat dari plastik terapal yang dipasangkan ke dinding kandang . Tirai ini berfungsi untuk menahan udara, atau angin kencang masuk kedalam kandang, disamping itu untuk insulator agar suhu kandang dapat selalu dijaga. Tirai juga berfungsi untuk mencegah gangguan dari lingkungan luar misalnya gangguan dari burung-burung atau aktifitas luar kandang. Tirai kandang didisain dapat di turunkan dan dinaikan sesuai dengan keadaan suhu dalam kandang.

G. Peralatan Penimbangan

1. Timbangan Duduk

Timbangan jenis ini digunakan untuk penimbangan ayam mingguan untuk mengetahuai penembahan bobot badan ayam. Jenis timbangan ini yang diguakan karena ayam yang ditimbang berupa sempel yang diambil 5% dari jumlah populasi kandang.

2. Timbangan Elektrik

Timbangan ini digunakan untuk meninbang obat-obat yang diberikan. Jenis timbagan ini yang digunakan karena memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.

3. Timbangan Salter

Yaitu timbangan gantung yang biasa digunakan untuk menimbang ayam saat masa panen.

H. Peralatan Pengukur Suhu Dan Kelembaban

1. Termohigrometer

Termohigrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur) dan kelembaban.

 

 

 

V.  BIOSEKURITI

Menurut Deptan RI (2006), biosekuriti adalah semua tindakan yang merupakan pertahanan pertama untuk pengendalian wabah dan dilakukan untuk mencegah semua kemungkinan penularan/ kontak dengan ternak tertular sehingga rantai penyebaran penyakit dapat diminimalkan.

Berdasarkan penerapan biosekuritinya sektor peternakan unggas komersil termasuk kedalam sektor biosekuriti sektor 3. Peternakan komersial ini masih melaksanakan biosekuriti secara sederhana dan masih terdapat kontak dengan unggas lain atau orang yang masuk ke peternakan (Zainuddin dan Wibawan, 2007).

Dilihat dari segi hirarkinya, biosekuriti terdiri atas tiga komponen yaitu

biosekuriti konseptual, biosekuriti struktural dan biosekuriti operasional.

Biosekuriti konseptual merupakan biosekuriti tingkat pertama dan menjadi basis dari seluruh program pencegahan penyakit meliputi pemilihan lokasi kandang, pemisahan umur unggas, kontrol kepadatan dan kontak dengan unggas liar serta penetapan lokasi khusus untuk gudang pakan atau tempat mencampur pakan.

Adapun biosekuriti struktural merupakan biosekuriti tingkat kedua, meliputi halhal yang berhubungan dengan tata letak peternakan (farm), pembuatan pagar yang benar, pembuatan saluran pembuangan, penyediaan peralatan dekontaminasi, instalasi penyimpanan pakan, ruang ganti pakaian dan peralatan kandang. Sementara itu, biosekuriti operasional merupakan biosekuriti tingkat ketiga terdiri atas prosedur manajemen untuk mencegah kejadian dan penyebaran infeksi dalam suatu peternakan. Biosekuriti operasional tediri atas tiga hal pokok yakni, a) pengaturan traffic control, b) pengaturan dalam farm dan c) desinfeksi (Sudarisman 2004).

Berikut ini adalah penejelasan penerapan biosekuriti yang dilaksanakan di farm yang telah dikunjungi.

5.1. Biosekuriti Konseptual

Dari hasil kunjungan farm, biosekuriti kosneptual tampak sudah dilaksanankan.

a. Lokasi

Lokasi farm jauh dari jalan raya, tentu sesuai dengan persyaratan lokasi. Jauh dari jalan raya  dapat meminimalisir  kegaduhan yang  dapat menyebabkan setres pada ayam.  Lokasi farm kurang berada jauh dari pemukiman penduduk. Hal ini tampak bahwa tidak jauh dari farm terdapat  pemukiman penduduk. Selain itu dibelakang farm terdapat sungai. Hal ini tentu kurang baik untuk biosekuriti farm. Sungai dekat farm bisa saja kotor dan tak terawat sehingga banyak terdapat bibit penyakit. Bila hal ini terjadi maka unggas dapat terserang penyakit.

b. Kontak

Di dalam farm kontak pada unggas diminimalsisr sehingga penyakit tidak dapat masuk ke dalam tubuh ayam. Kontak dengan unggas lain juga tdak tampak.setiap pengunjung maupun petugas yang masuk kdalam farm juga wajib di desinfektan.

5.2. Biosekuriti struktural

Di farm tersebut penrapan biosekuriti structural sebagai berikut.

a. Layout kandang

Pembahsan lay out kandang sudah adal pada bab sebelumnya.

b. Pembuatan pagar

Bahan pembuat pagar kandang sudah baik karena terbuat dari tembok. Dengan bahan ini maka pagar kuat dan tahan lama.

d. Saluran pembuangan

Saluran pembuangan kurang diperhatikan dalam farm ini. Dibeberapa sisi terdapat genangan air disekitar range 2 yang memungkinkan dapat menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya nyamuk, terutama nyamuk Culicoides sp. yang dapat membawa bibit penyakit leucocytizoonosis (malaria unggas).

D. Peralatan, instalasi penyimpanan pakan, ruang ganti dan peralatan kandang.

Pembahasan peralatan terdapat pada bab sebelumya.

5.3. Biosekurit operasional

Berikut ini adalah penjelasan dari biosekuriti operasional.

a. Biosekuriti di range 1

Gambar 36. Biosekuriti range 1

                                 Gambar 37. Desinfektan SUPER VETACLEAN

Dari gambar diatas diketahui bahwasanya biosekuriti di range 1 digunakan untuk shower bagi para pengunjung kandang. Ini merupakan salah satu penerapan bagi biosekuriti oprasional. Dalam penerapannya, setiap pengunjung dan petugas farm diwajibkan untuk shower dengan menggunakan larutan desinfektan. Larutan yang terdapat di desinfektan adalah bahan-bahan bioksidal yang berfungsi sebagai zat yang mampu membasmi virus, bakteri, mikoplasma, jamur, cendawan serta ooksita koksidia. Sehingga pengunjung dipastikan bebas membawa bibit penyakit  masuk kedalam kandang. Selain itu, kendaraan yang masuk ke dalam farm juga wajib didesinfektan. Tujuannya yaitu untuk membunuh bibit penyakit yang berada dalam kendaraan.

Biosekuriti di range 1 ini harus diperhatikan. Hal ini karena di range 1 merupakan gerbang awal semua objek baik manusia, kendaraan, ataupun lainnya masuk kedalam kandang. Bila proses di range 1 tidak berjalan dengan baik maka kemungkinan masih bisa didesinfektan lagi di range 2.

B. Biosekuriti di range 2

Gambar 38. Biosekuriti range 2

Sama seperti yang berada pada range 1, biosekurii di range 2 juga meliputi shower dengan menggunakan larutan desinfektan terhadap orang-orang yang akan masuk kedalam kandang. Di range 2 ini harus dipastikan bahwa orang yang akan masuk kedalam kandang harus benar-benar dalam keadaan steril. Tujuannya adalah agar tidak membawa bibit penyakit ke dalam kandang yang akan mempengaruhi kesehatan ayam.

Kelemahan yang ada dalam biosekuriti range 2 ini adalah bahwa tidak ada batas berupa pagar ataupun pembatas untuk menuju kandang. Sehingga memungkinkan orang-orang yang memasuki kandang tidak melakukan desinfektan terlebih dahulu. Hal ini memungkinkan penguning ataupun petugas dapat membawa bibit penyakit kedalam kandang. Bila hal ini terjadi, maka bibit penyakit kemungkinan bisa menyerang perkandangan. Tentu sangat merugikan bagi peternak karena ayam banyak yang terserang penyakit. Selain itu, kelemahan lain yang terdapat adalah terdapat genangan air disekitar range 2 yang memungkinkan dapat menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya nyamuk, terutama nyamuk Culicoides sp. Yang dapat membawa bibit penyakit leucocytizoonosis (malaria unggas).

Sebaiknya dalam peternakan unggas komersil sebaiknya terdapat tiga range biosekuriti. Tujunnya adalah untuk membunuh bibit penyakit yang dibawa pengunuung ataupun petugas. Sehingga bila masuk ke dalam kandang maka dipastikan tidak membawa bibit penyakit.

C. Bak siram panen ayam

Gambar 39. Bak siram panen ayam

Bak ini berfugsi untuk desinfektan dalam proses pemanenan ayam. Pada saat ayam panen, maka peralatan yang digunakan untuk mengangkut ayam disiram didekat bak ini.

D. Desinfektan di depan pintu kandang

Gambar 39. Desinfektan di depan pintu kandang

Hal ini sangat perlu dilaksanakan untuk memastikan bahwa terakhir petugas atau pengunjung melakukan desinfektan dan juga memastikan bahwa kondisi badan dalam keadaan bebas dari penyakit.

E. Skim pelarut vaksin

Gambar  40. Skim milk pelarut vaksin MULTIMILK

Skim milk merupakan bagian susu yang banyak mengandung protein. Skim milk bovine yang terdapat dalam skim tersebut dapat digunkan sebagai pelarut vaksin. Dengan menggunakan pelarut ini dapat memperpanjang umur vaksin, media untuk mengikat logam berat yang ada dalam air sehingga vaksin bebas terdistribusi keseluruh bagian air minum. Dosis yang digunkan adalah 30 gram/15 liter air.

F. Vaksin ND-AI

Gambar 41. Vaksin ND-AI Medivac

Vaksin ini  merupakan vaksin emulsi inaktif untuk Newcastle Disease (ND) dan Avian Influenza . Vaksin ini sebaiknya disimpan pada suhu 2-80C.  Pemberian vaksin ini pada unggas diberikan pada saat umur ayam 5 hari. Dosis yang dianjurkan untuk setiap botol adalah 1.000 ekor ayam.

G. Vaksin gumboro

Gambar 42. Vaksin gumboro D87 Nobilis

Vaksin ini digunakan untuk mencegah penyakit gumboro atau infectious bursal disease. Vaksin ini diberikan dengan cara dicekok dan diberikan pada umur ayam 9 hari. Selain itu, pada umur 16 hari, ayam diberi vaksin Gumboro MD dengan cara dicekok.

H. Catalyst

Gambar 43. Catalyst

Catalyst ini diberikan kepada ayam setelah proses vaksinasi. Fungsi dari katalis ini adalah pencegahan dan pengobatan defisiensi vitamin dan mineral, meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu meningkatkan respon imuniti tubuh. Dosis yang dianjurkan adalah 1 ml dalam 1—3 liter air. Pemberian setelah vaksin berbeda-beda tergantung jenis vaksinnya.

I. Spirafuq

Gambar 44. Spirafluq

Komposis dari spirafluq ini adalah spiramisine 200 gram dan flimequin 200 gram. Indikasi dari penggunaan spirafluq adalah pengobatan infeksi bacterial. Dosis pemberiannya adalah 1 gram untuk 1—2 liter aair minum selama 3—5 hari.

J. B-COMP

Gambar 45. PRIMSMAL COLYMPUS dan B-COMP

Prismal colympus digunakan apabila ayam terindikasi infeksi bacterial saluran pernafasan. Dosis yang dianurkan adalah 5—11 mg per bobot tubuh. Sedangkan B-COMP digunakan untuk mengobati defisiensi terhadap vitamin dan mineral. Dosis yang diberikan adalah 0,5—1 ml perharinya.

K. Multikarnito

Gambar 46. Multicarnito

Suplemen ini digunakan untuk mengaktifkan proses metabolism dalam tubuh, penambahan berate badan, dan mengurangi angka mortalitas serta memperbaiki uniformitas. Sosis yang dianjurkan adalah 20 ml untuk 40 liter air minum.

L. Pengurang stess

Gambar 47. New Low Stress-RV Pluss

Kandungan dalam obat ini adalah ekstrak temulawak dan kunyit, berbagai jenis vitamin, mineral serta asam amino. Obat ini sangat efektif dalam mengurangi stess ayam. Selain itu, obat ini digunakan untuk meningkatkan bobot tubuh ternak, meningkatakan nafsu makan dan imunitas tubuh, mencegah defisiensi asam amino, vitamin, dan mineral, serta menurunkan angka mordibilitas. Dosis yang dianjurkan adalah 2,5 gram dalam 5 liter air minum.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Desember 2012 in refrensi

 

Tag:

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: