RSS

Harga Ayam Melonjak, Pedagang Menjerit

09 Jul

Senin, 9 Juli 2012 Pasokan Berita

 
Para pedagang daging ayam di wilayah Bandung Raya semakin menjerit, hal itu seiring dengan terus melonjaknya harga ayam di tingkat peternak besar. Bahkan para pedagangpun mulai geram dan berencana untuk melakukan aksi unjuk rasa secara besar besaran.

Ketua Persatuan Pedagang ayam Bandung (PPAB) Yoyo Sutarya mengatakan, saat ini para pedagang daging ayam semakin menjerit. Bahkan keresahan mereka pun telah memasuki masa puncak sehingga mereka pun berencana untuk melakukan aksi unjuk rasa dengan turun ke jalan. Dimana mereka akan meminta pemerintah untuk segera memecahkan permasalahan yang saat ini terjadi.

“Keresahan para pedagang sudah memuncak, rencananya mereka akan melakukan aksi unjuk rasa ke pemerintah provinsi jabar dan melakukan aksi mogok berjualan secara masal,” jelas Yoyo, Jumat (6/7/2012).

Aksi yang dilakukan tersebut, lanjut Yoyo seiring dengan terus meroketnya harga ayam di tingkat peternak besar. Saat ini harga ayam di tingkat peternak mencapai sekitar Rp 17.200/ekor. Padahal sebelumnya peternak besar pun sudah menurunkan harganya di kisaran Rp 14.000/ekor.

“Awal bulan Juni lalu peternak besar melakukan kenaikan harga ayam dari Rp 13.500 menjadi Rp 16.000-17.000/ekor. Sehingga hal tersebut pun membuat para pedagang daging ayam resah, dan pedagang pun berontak. Namun dari hasil dialog, minggu lalu peternak pun menurunkan harga ayam sehingga harga ayam pun turun jadi Rp 14.000/ekor. Tetapi sekarang ini harganya malah semakin melambung tinggi, dan mencapai Rp 17.200/ekor tentunya itu membuat pedagang semakin menjerit,” jelasnya.

Kondisi tersebut jelas sangat memprihatinkan, terlebih hal tersebut membuat harga daging ayam ditingkat bandar menjadi naik yaitu dari Rp 24.000/kg menjadi Rp 26.000/kg. Seperti halnya di pasar caringin, gede bage, ciroyom dan andir yang menjadi barometer perdagangan ayam di wilayah Bandung Raya.

“Di tingkat Caringin dan Ciroyom saja sudah tinggi, tidak menutup kemungkinan harga ayam di pasar lain dan di tingkat konsumen pun menjadi tinggi, dengan kisaran antara Rp 28.000 hingga Rp 30.000/kg. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada pedagang yang menjual daging ayam dengan harga diatas Rp 30.000/kg,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Yoyo, jelas sangat merugikan para pedagang daging ayam, pasalnya produk yang mereka tawarkan menjadi tidak laku, karena dayabeli masyarakat menjadi berkurang. Oleh karena para pedagang pun menjadi resah dan berencana melakukan aksi unjuk rasa.

“Saat ini kita sedang melakuan koordinasi dengan para pedagang lainnya, baik daqri wilayah Kota Bandung, Kab.Bandung, Cimahi, dan lainnya. rencananya aksi tersebut akan kita lakukan dalam jangka waktu dekat ini dengan melibatkan ribuan pedagang,” jelasnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Juli 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: