RSS

Analisis Proximat Kulit Nanas

10 Jul

ANALISIS PROKSIMAT SAMPEL KULIT NANAS

Oleh :

 

LABORATORIUM NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK

JURUSAN PETERNAKAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

2011

  1. PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang

Analisis proksimat merupakan salah satu cara untuk menentukan kandungan zat makanan secara kimia pada suatu pakan atau ransum. Metode dalam analisis proksimat merupakan penyempurnaan metode Thaer (1809) yang dilakukan oleh Henneberg dan Stohmann (1865) dari Weende Experiment Station di Jerman Timur.

Makanan mempunyai peran penting di dalam kehidupan ternak, baik diperlukan untuk pertumbuhan bagi ternak-ternak muda, maupun untuk mempertahankan hidupnya dan menghasilkan sesuatu produksi dan tenaga bagi ternakn-ternak dewasa, serta berfungsi untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan.

Makanan yang diberikan kepada seekor ternak harus sempurna dan mencukupi. Sempurna dalam arti bahwa makanan yang diberikan kepada ternak itu harus mengandung semua zat-zat makanan yang diperlukan oleh tubuh dengan kwalitas yang baik. Cukup berarti makanan yang diberikan kepada ternak itu sesuai banyaknya dengan kebutuhan ternak.

Tiap-tiap makanan dapat diuraikan secara analisa kimia. Tiap bahan makanan mengandung air dan bahan kering yang terdiri atas : zat-zat mineral dan zat-zat organis. Zat organis terdiri atas zat yang mengandung N (protein murni dan amiden), bahan-bahan yang tiada kandungan N (lemak, karbohidrat,: serat kasar, )  vitamin serta enzim-enzim.

Setiap bahan makanan selalu mengandung air. Pakan hijauan mengandung ari ± 75-90%, sedangkan makanan yang berupa bahan kering udara masih mengandung ari sekitar 10%.

Protein dibedakan atas protein kasar dan protein murni. Protein kasar adalah protein murni ditambah amiden-amiden, sedangkan protein murni adalah protein yang tersusun atas asam-asam amino.

Lemak adalah zat makanan yang diperlukan oleh tubuh selaku sumber kalori dan tenaga serta sebagai pelarut vitamin tertentu. Lemak terdapat banyak pada biji-bijian terutama biji kacang-kacangan. Rumput dan umbi-umbian mengandung sedikit lemak. Kelebihan lemak di dalam tubuh dapat di simpang di tempat-tempat tertentu sebagai cadangan lemak.

Karbohidrat terdiri atas serat kasar dan bahan ekstrak tiada N. Yang termasuk bahan ekstrak tiada N adalah pati,  gula, dan asam-asam organis biasa, sedang yang termasuk serat kasar adalah selulosa, pentose, lignin dan kitin, yang bersama-sama membentuk diding sel dari tanaman-tanaman.

Zat mineral yang diperlukan oleh tubuh terutama berupa senyawa-senyawa dari Ca, K, Na, Fe, P, Cl, S, Cu, Co, Mn, F, Y dan O2.

 

  1. Tujuan Praktikum

Praktikum ini dilakukan untuk mengetahaui kandungan kadar zat nutrisi seperti : Kadar air, Kadar Protein, Kadar Lemak, Kadar Serat Kasar, Kadar Abu/mineral yang terkandung  di dalam sampel kulit nanas serta menghitung kadar BETN-nya dan mempelajari bagaimana prosedur-prosedur yang dilakukan dalam menganalisis suatu kandungan nutrisi yang terdapat dalam suatu bahan pakan atau ransum dengan menggunakan metode analisis proksimat.

  1. Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum ini dilaksanakan di Laboraturium Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung setiap hari kamis pada pukul 10.00-1200 WIB selama 12 kali pertemuan.

 

 

  1. TINJAUAN PUSTAKA

 

Analisis proksimat merupakan salah satu cara untuk menentukan kandungan zat makanan secara kimia pada suatu pakan atau ransum. Metode dalam analisis proksimat merupakan penyempurnaan metode Thaer (1809) yang dilakukan oleh Henneberg dan Stohmann (1865) dari Weende Experiment Station di Jerman Timur. Proksimat berasal dari bahasa latin yaitu proximus yang berarti terdekat. Arti kata tersebut sesuai dengan besarnya kandungan zat makanan (air, abu, protein, lemak, serat kasar) yang diperoleh dalam analisis tersebut bukan nilai sebenarnya; tetapi merupakan nilai-nilai yang mendekati nilai sebenarnya. Oleh karna itu, hasilnya disebut kadar.

  1. METODE KERJA

 

 

  1. Alat dan Bahan

 

3.1. Alat yang digunakan dalam analisis kadar air

 

  • Timbangan analitik
  • Oven
  • Cawan perselin
  • Pensil
  • Desikator
  • Tang penjepit
  • Kain lap

3.2. Bahan yang digunakan dalam analisis kadar air

  • Sampel kulit nanas

 

3.3. Alat yang digunakan dalam analisis Abu/mineral

 

  • Timbangan analitik
  • Tanur
  • Cawan porselin
  • Desikator
  • Kain lap
  • Pensil
  • Tang penjepit

 

3.4. Bahan yang digunakan dalam analisis Abu/mineral

 

  • Sampel analisa kulit nanas

 

 

3.5. Alat yang digunakan dalam analisis kadar protein

 

  • Timbangan analitik
  • Kertas saring biasa (6×6 )
  • Alat kjeldahl apparatus
  • Labu kjeldahl
  • Buret
  • Gelas ukur 50 ml
  • Gelas erlenmayer 125 ml
  • Botol semprot
  • Spidol
  • Kain lap

 

3.6. Bahan yang digunakan dalam analisis kadar protein

 

  • Sampel analisa kulit nanas
  •  (pekat)
  • Campuran garam (
  • Larutan NaOH 45%
  • (standart)
  • Larutan NaOH (standart)
  • Kertas saring

 

3.7. Alat yang digunakan dalam analisis kadar lemak

 

  • Timbangan analitik
  • Alat soxhlet apparatus
  • Oven
  • Desikator
  • Kain lap
  • Tang penjepit
  • Pensil

 

3.8. Bahan yang digunakan dalam analisis kadar lemak

 

  • Sampel analisa kulit nanas
  • Petroleum ether atau chloroform
  • Kertas saring biasa
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Juli 2012 in refrensi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: